“Ketika Desa Berdoa untuk Garuda: Kerinduan Rakyat pada Kedaulatan Bangsa”
“Ketika Desa Berdoa untuk Garuda: Kerinduan Rakyat pada Kedaulatan Bangsa” Di ujung-ujung republik yang sering luput dari sorotan kamera kekuasaan—di desa-desa yang dikelilingi sawah hijau, di perkampungan nelayan yang menghadap laut luas, di kaki gunung yang diselimuti kabut pagi—hidup jutaan rakyat Indonesia yang memandang negara dengan cara yang sangat sederhana, tetapi sangat tulus. Mereka tidak membaca laporan diplomasi internasional. Mereka tidak mengikuti diskursus akademik tentang keseimbangan kekuatan global. Namun mereka memiliki satu hal yang sering justru paling murni: cinta kepada tanah air. Di dinding sekolah dasar desa, di kantor kepala desa yang sederhana, atau di ruang balai musyawarah yang lantainya masih dari semen kasar, selalu tergantung satu lambang yang sama: Burung Garuda . Lambang itu mungkin mulai pudar warnanya dimakan usia, tetapi maknanya tidak pernah pudar di hati rakyat. Garuda bukan sekadar gambar. Ia adalah simbol dari janji besar...